![]() |
| UIN Surabaya |
Sebagai mana yang telah kita
ketahui, banyak diantara lulusan UINSA terdahulu menjadi orang besar pada saat
ini. Di antara mereka ada yang menjadi dosen-dosen yang mengajar di
Universitas-Universitas ternama yang ada di Indonesia, seperti UIN Maulana
Malik Ibrahim, Universitas Negeri Malang, UIN Sunan Gunung Djati, dan
lain-lain. Dan ada pula yang telah berkeliling ke mancanegara untuk
memperkenalkan karya tulisnya dan diterima sebagai karya tulis yang paling
fenomenal, sebagaimana yang telah dilakukan oleh guru besar Fakultas Dakwah dan
Komunikasi UINSA, yaitu Prof. Dr. Moh. Ali Aziz M,Ag dengan karyanya “60 menit
Terapi Shalat Bahagia”. Hal ini membuktikan bahwasahnya lulusan UINSA telah
tersebar di berbagai universitas lainnya bahkan dikenal hingga mancanegara. Dan
merekapun mampu menjadikan kampus tempat dimana mereka mengajar menjadi
berkualitas. Jika kita memperhatikan dari realita yang ada, bukanlah menjadi
hal yang mustahil bahwa UINSA mampu bersaing di antara kampus-kampus
berkualitas lainnya. Tetapi, ironisnya banyak para mahasiswa pada
periode-periode terkini yang menjadikan kampus UINSA ini menjadi kampus pilihan
cadangan jika mereka tidak lolos menjadi mahasiswa kampus favoritnya. Mungkin mereka melihat dari sisi fasilitas
yang ada di kampus UINSA ini yang kurang memadai, atau mungkin karena insiden
yang terjadi di gedung rektorat pada tahun 2013 lalu.
Setelah berganti nama menjadi UIN
Sunan Ampel Surabaya, bertambahlah fakultas-fakultas yang ada didalamnya. Yang
sebelumnya hanya terdapat 5 fakultas, sekarang bertambah 4 fakultas yang di
tempatkan di sebelah utara kampus, yaitu Fakultas Psikologi dan Kesehatan, Fakultas
Sains dan Teknologi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, dan Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik.
Dalam masalah peningkatan kualitas
pembelajaran, kampus UINSA ini memiliki konsep dengan berbasis Integrated
Twin Towers, model pembelajaran dengan konsep Integrated Twin Towers
ini seperti yang dikemukakan oleh Akh. Muzakki, Ketua Tim Konversi UINSA, dalam
blog UINSA Surabaya yaitu semangat integrasi keilmuan yang diwujudkan dengan
mengembangkan desain akademik ilmu-ilmu keislaman, sosial humaniora, serta
sains dan teknologi yang berbasis pada karakter pada karakter dan kultur-kultur
keislaman yang berakar pada kekhasan nasional indonesia.
Lagu Hymne UINSA sebagai lagu yang
menandai era baru pengembangan keilmuan yang menjadi konteks dari pengembangan
kelembagaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi UIN. Muatan integrasi
keilmuan yang diusung dalam lagu Hymne UINSA merupakan nilai yang juga
diamanatkan oleh, dan menjadi pertimbangan lahirnya. Pesan partikularnya,
perubahan kelembagaan IAIN menjadi UIN Sunan Ampel Surabaya di antaranya
dilatarbelakangi oleh kepentingan integrasi keilmuan. Untuk kepentingan
spesifik pengembangan integrasi keilmuan itu, kelembagaan IAIN Sunan Ampel
Surabaya di kembangkan menjadi UIN Sunan Ampel Surabaya. Sebagai konsekuensi
akademik dari perubahan kelembagaan yang dimaksud, berbagai disiplin keilmuan
memungkinkan untuk dibuka dan diselenggarakan didalamnya. Disiplin keilmuan
selain ilmu-ilmu keislaman dilegalisasi untuk diselenggarakan bersama ilmu-ilmu
keislaman itu sendiri. Oleh karena itu, dalam perspektif struktur organisasi
dan tata kelola, sejumlah program studi dan fakultas baru yang berbasis
keilmuan selain ilmu-ilmu keislaman dibuka. Prodi-prodi dan fakultas-fakultas
tersebut mendampingi prodi-prodi dan fakultas-fakultas berbasis ilmu keislaman
yang ada.
Dalam transformasi dari IAIN menjadi
UIN, kampus UINSA ini memiliki misi transformasi menuju research college,
sebagaimana yang terdapat dalam misi UINSA nomor 2 yang berbunyi :
“Mengembangkan riset-riset ilmu-ilmu keislaman multidisipliner serta sains dan
teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.” Dalam prosesnya menuju
kampus dengan status perguruan tinggi bertaraf internasional, UINSA melakukan
pengembangan terhadap riset-riset keilmuan-keilmuan yang ada di dalam kampus.
Karena kampus ini telah berubah nama dari IAIN menjadi UIN, maka riset keilmuan
yang dikembangkan tidak hanya disiplin ilmu-ilmu keislaman, melainkan ilmu-ilmu
keislaman dengan disiplin-disiplin ilmu baru lainnya yang di kembangkan setelah
perubahannya menjadi UIN Sunan Ampel, dengan tidak meninggalkan nilai-nilai
keislaman dalam pengembangan riset terhadap disiplin-disiplin ilmu baru tersebut.
Dan pengembangan ilmu sains dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan
masyarakat terkini.
Ketika menjalankan misinya, kampus
UINSA memiliki tujuan jangka panjang yang terdapat dalam visi UINSA yang
berbunyi : “Menjadi Universitas islam yang unggul dan kompetitif bertaraf
internasional.” Inilah yang menjadi tujuan jangka panjang kampus UINSA, yaitu
sebagai universitas islam yang unggul di antara universitas-universitas
lainnya. Dalam prosesnya menuju hal yang dimaksudkan dalam visi, kampus UINSA memiliki
beberapa misi agar tercapainya tujuan jangka panjang tersebut, diantaranya
yaitu melakukan banyak pengembangan-pengembangan dalam riset-riset keilmuan
islam dan disiplin ilmu lainnya dan berusaha bersaing dengan kampus-kampus
lainnya. sehingga kampus UINSA mampu berkompetitif dalam kancah nasional maupun
internasional.
Kesimpulannya, kampus UINSA memiliki
rencana-rencana yang sangat brilliant untuk mewujudkan kampus yang mampu
berkompetitif dalam kancah nasional maupun internasional. Dan hal tersebut
tidak hanya dalam perencanaan saja, tetapi harus direalisasikan dengan
tindakan-tindakan yang terprogram, agar pada jangka waktu yang panjang nanti,
impian tersebut dapat terwujud, yaitu menjadi universitas islam yang ungggul
dan kompetitif bertaraf internasional.







0 komentar:
Posting Komentar