Tidak mudah bagi orang-orang awam yang kurang kreatif untuk membaca
peluang-peluang dalam keadaan krisis. Khususnya dalam bidang bisnis, para pebisnis
yang tidak mampu membaca peluang dan merealisasikannya akan kalah dengan
pebisnis yang lain yang lebih aktif dan tanggap dalam membaca banyak peluang, apalagi
dalam bisnis kuliner. Karena pebisnis kuliner yang tidak kreatif lambat laun
usahanya akan bangkrut dan kalah dengan pebisnis yang kreatif.
Berikut ini adalah 2 jenis kuliner
yang di ciptakan atau di pelopori oleh orang-orang yang kreatif. Lebih unik
lagi, ide kuliner ini muncul ketika keadaan sedang krisis yang tidak
memungkinkan peluang itu terbaca oleh orang-orang awam. Dan kuliner ini pun
hingga sekarang masih terus dikembangkan, khususnya di Indonesia.
Mie
Instant
Sudah jadi rahasia umum, cara paling praktis bagi mereka yang
kurang bisa memasak, namun ingin makan murah meriah, mie instant jadi jalan
termudah. Makanan berupa mie dalam kemasan itu sangat terkenal di kalangan
mahasiswa yang tinggal di kos-kosan. Tak hanya itu, para peronda malam pun
kadang jika lapar, kini dengan mudah mendapatkan warung-warung mie instant yang
buka 24 jam. Karena itu, mie jenis ini memang sangat populer di semua kalangan.
Tapi, tahukah anda makanan ini ternyata tercipta karena terjadinya
resesi ekonomi di Jepang? Saat itu, salah satu makanan utama orang Jepang,
yaitu mie, dianggap sulit didapat. Masyarakat disana oleh menteri kesehatannya
kemudian dipersilahkan untuk memakan roti dan gandum. Sebab, untuk memasak mie
butuh bahan olahan yang memang sulit didapat dan makin mahal harganya. Kala
itu, antrian panjang orang yang ingin mendapatkan makanan memang terjadi
dimana-mana. Inilah salah satu dampak buruk kekalahan Jepang dalam Perang Dunia
ke II.
Ketika itulah, seorang pemuda bernama Momofoku Ando ikut merasakan
dampak kesulitan ini. Karena itu, ia pun memutar otak bagaimana menyediakan
makanan mie yang praktis dan cepat. Sebagai seorang pengusaha, ia melihat
peluang dari kesulitan itu. Maka, dengan tekad menyediakan mie sesuai kebutuhan
masyarakat Jepang, Momofoku, yang aslinya berasal dari Taiwan ini, lantas
mencoba membuat berbagai formula mie.
Suatu kali, ia menemukan bahwa mie yang basah bisa dikeringkan.
Dan, dengan penggorengan yang cepat, mie bisa dikemas sehingga bisa tahan lama.
Untuk menyajikannya, mie kering ini tinggal disiram atau direndam dengan air
panas. Inovasi inilah yang merupakan cikal bakal pertama mie instant didunia.
Otak bisnisnya pun segera berjalan. Maka, Momofoku berinisiatif
membuat rasa pada mie buatannya, yakni dengan menambahkan kaldu ayam. Dia pun
memberi nama produknya itu “Chikin Ramen” dan mengenalkannya pada pasar tahun
1958. Tak hanya itu, demi ekspansi yang lebih luas, ia lantas membuat
perusahaan dengan nama Nissin Food Products Co., Ltd. Dengan produk mienya,
perusahaan itu lantas segera diterima oleh masyarakat luas. Momofoku pun terus
berusaha berinovasi agar produknya makin dikenal, didunia. Salah satunya, ia
menciptakan mie gelas (cup noodles) pada tahun 1971. Mie dalam wadah yang tahan
air dan mudah dibawa kemana-mana membuat mie instant Momofoku jadi terkenal di
seantero dunia.
Sebuah krisis, terbukti bisa melahirkan banyak peluang. Hanya orang
seperti Momofoku inilah, dengan kejelian, berhasil mengubah tantangan menjadi
peluang. Sungguh luar biasa!
Pop
Corn
Tahukah anda jenis makanan kecil yang paling disukai saat menonton
film? Yup, makanan paling populer menemani anda saat menonton film adalah
popcorn, alias berondong jagung. Tapi, tahukah anda bahwa ada banyak cerita
unik dari popcorn itu? Dari namanya, popcorn ternyata awalnya berasal dari
suara saat jagung-jagung itu meledak ketika dipanaskan. Pop! Pop! Pop! Pop!
Itulah suara yang terdengar dan kemudian menamainya popcorn. Namun, sebenarnya
itu hanyalah nama populernya saja. Sebab, aslinya, popcorn ternyata sudah
berusia ribuan tahun. Beberapa penelitian menunjukan bahwa banyak lukisan di
gua-gua bawah tanah terdapat coretan yang menggambarkan jagung ini. Namun, data
yang cukup dipercaya mengatakan bahwa popcorn berasal dari 5 ribu tahun silam
dimana awalnya datang dari Meksiko dan kemudian menyebar ke India, China, dan
Sumatera. Jagung ini kemudian menyebar ke Eropa seiring dengan banyanknya
penjelajah dari daratan Eropa ke berbagai benua.
Selain bisa dimakan, jaman dahulu, popcorn ternyata juga sering
dijadikan permainan. Meski tidak disebutkan secara pasti lokasinya, ada sebuah
suku yang mendiami suatu daerah sering bermain jagung ini. Caranya, jagung
tersebut diletakkan pada suatu wadah yang terbuat dari batu panas. Seiring dengan
perubahan suhu, jagung itu akan meledak dan terbang kemana-mana. Nah, inti dari
permainan ini adalah pemain harus
menangkap jagung-jagung yang berterbangan. Sang pemenang diperbolehkan memakan
jagung tersebut. Orang jaman dahulu ternyata cukup kreatif dalam mencari cara
menghibur diri ya?
Ada satu lagi kisah tentang popcorn yang mampu menyelamatkan
seseorang dari kebangkrutan. Ketika terjadi resesi ekonomi di Amerika, banyak
bisnis yang hancur. Namun, ternyata penjualan popcorn tidak mengalami
penurunan. Nah, suatu ketika ada seoarng bankir dari Oklahoma yang bangkrut.
Dari sisa-sisa uangnya ia pun memutuskan untuk membeli mesin pembuat popcorn
untuk menyambung hidupnya. Bankir itu kemudian membuka usaha kecilnya di sebuah
warung kecil di dekat sebuah bioskop. Dan seperti kita tahu, nonton bioskop
memang paling asyik sambil mengunyah popcorn. Karena itu, sang bankir pelan
tapi pasti berhasil mengembangkan usaha popcornnya. Setelah sekian tahun ia
ternyata tak hanya bisa hidup dari menjual popcorn. Ia bahkan kemudian bisa
sukses dengan bisnis itu dan berhasil mendapatkan kembali lahan pertanian
miliknya yang sempat dijual kala bangkrut dulu. Bankir itu telah “diselamatkan”
oleh berondong jagung ini.
Popcorn memang sangat populer. Dan, ternyata popcorn menyimpan
banyak kisah, yang unik sekaligus inspiratif. Memang, kadang, barang yang kita
anggap remeh, ternyata bisa memberi arti bagi banyak orang.







0 komentar:
Posting Komentar